Games/Dinamika Kelompok

Barisan Perkenalan

Tujuan:
Agar seluruh peserta bisa berkenalan secara fisik dan yang lebih jauh, yakni sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerjasama dengan membangun komunikasi dalam kelompok.

Langkah-langkah:
a. Peserta di bagi dalam kelompok-kelompok yang sama banyaknya (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bisa masuk ke dalam salah 1 kelompok).
Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
· Kedua kelompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan disusun berdasarkan aba-aba pemandu: tinggi badan, panjang rambut, usia, dst.
· Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua kelompok, selesai atau belum, harus jongkok.
· Setiap kelompok saling berhadapan dengan kelompok di barisan sebelahnya, untuk memeriksa apakah kelompok lawan telah melaksanakan tugasnya dengan benar. Pemandu mengecek.
· Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat ( bila kelompok dapat meyelesaikan tugasnya sebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukkan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).
b. Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah dipahami dengan benar.

Cermin Dewa

Latihan yang menyenangkan ini digunakan untuk mendiskusikan perasaan dan sikap dalam menuntun dan mengikuti orang lain. Acara sore yang baik.
Prosedur :

1. Setiap peserta memilih pasangannya dan berdiri berhadapan dengan tangan ke atas dalam jarak kira-kira sejengkal. Mereka menirukan gerak pasangannya, layaknya sebuah cermin, demikian bergantian sesuai dengan keinginan mereka.
2. Untuk putaran kedua, pasangan meneruskan bercermin, tapi kali ini kedua tangannya bersentuhan dengan lembut.
3. Pada putaran ketiga, mintalah mereka merapatkan tangan dengan kuat, dan melanjutkan menuntun mengikuti bergantian.

Bahan diskusi :
1. Apa bedanya antara ketiga pengalaman tadi ?
2. Bagaimana perasaan anda pada setiap latihan menuntun dan mengikuti tadi ?
3. Adakah persamaan yang anda temukan dalam hal menuntun dan mengikuti dengan
kenyataan sehari-hari?

Bermain Tali

Latar belakang
Dalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai masalah, dan kita tidak akan dapat terhindar dari masalah itu. Melalui kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan suatu masalah dan bagaimana kita dapat keluar dari masalah itu.
Bahan: Tali raffia
Langkah – langkah
a. Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap peserta
b. Minta mereka berpasangan – pasangan, lalu masing – masing ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing – masing, ingat, sebaiknya iaktan tidak terlalu kencang
c. Setelah itu minta mereka untuk dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan tali
d. Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, mintalah mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri kepada teman – teman yang lain
Tanyakan kepada mereka apa hikmah dari permainan tersebut.

Lingkaran Berbelit

Tujuan
Menyadarkan peserta tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan proses belajar dan bekerja dalam kelompok.
Langkah-langkah :
a. Peserta berdiri dalam lingkaran, lalu menjulurkan kedua tangannya ke depan. Kemudian memegang tangan 2 peserta lainnya (missal : tangan kiri memegang tangan si A, tangan kanan memegang tangan si B) sampai membentuk suatu belitan besar.
b. Semua kerjasama untuk coba membentuk kembali lingkaran sempurna tanpa melepaskan tangan yang dipegang dan tanpa berbicara.

Menggambar bersama

Latar Belakang
Sebuah kelompok baru dapat berfungsi sebagaimana mestinya apabila terjadi komunikasi antar orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Tujuan
Peserta menyadari arti pentingnya komunikasi dalam suatu kelompok.
Langkah-langkah :
1. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5.
2. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar.
3. Secara berurutan setiap menit, setiap orang dalam kelompok masing-masing diminta menggambar pada kertas plano yang ada, dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain, setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri, kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula, dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar.
Bahan Diskusi :
a. Berapa kelompok yang mampu menghasilkan gambar yang utuh dan jelas?
b. Apa kesan dan perasaan setiap orang terhadap hasil gambar kelompoknya?
c. Bagaimana seharusnya proses yang ditempuh agar hasil kerja bersama itu memuaskan semua orang dalam kelompok yang bersangkutan ?

Pacaran Beda Agama

Buat sebagian orang pacaran beda agama adalah persoalan klasik sepanjang masa. Ada yang ngerasa itu biasa aja tapi ada juga yg nganggap serius banget. Orang bilang itu hak asasi manusia, di lain pihak ada yg merasa punya otoritas penuh untuk melarang sampe membasmi para pelakunya. Gw sendiri pernah ngalamin yg namanya pacaran beda agama.
Terus terang aja, awalnya gw nggak mempermasalahkan tapi emang bener masalah baru muncul secara nggak sadar ketika kita ngejalaninnya dan kadang kita sulit buat mengontrolnya. Emang sih, setiap hubungan pacaran pasti ada masalah, seperti cemburu, telat jemput, beda prinsip, beda hobi, beda kelamin (loh? Ya emang kudu kan). Tapi ada yg khas. Setidaknya dari pengalaman gw, ada beberapa hal yg mungkin akan terjadi.
1. Doa waktu mau makan
“Eh, sayang sebelum makan kita doa dulu ya.” Kata gw. “Lah, kita kan beda agama, mau pake doa yg mana nih?” bales pacar gw. “Hmm, ya udah pake cara doa gaya seminar aja, berdoa menurut ajaran agama masing-masing. Berdoa mulai (…dalam hati cuma ngitung…1….2…3…) selesai. “Woy, gw belum selesai neh” pacar gw pinginnya diitung mpe 10. Hadeh…

2. Rencana married
Dulu gw blg, “Besok kalo kita married di gereja aja yah? Q pingin dengerin koornya, lagu-lagunya romantis gitu ngiringin kita ke depan altar”. Tiba-tiba cewe gw bilang, “Ogah, gw maunya kita nikah di depan penghulu, dengan mas kawin seperangkat alat make up!!! Eh salah…seperangkat alat sholat, dibayar kagak pake utang!”
Sejak itu gw mulai nyusun rencana buat mutusin doi. Tapi gw bingung gimana cara mutusinnya. Mau bilang gara-gara beda agama ntar dikira gw bawa-bawa isu SARA lagi. Pake cara kuno, “Maaf sayang, kita putus aja ya, karna kamu terlalu baik buat aku.” Hmm, tapi gw sendiri ngerasa ini alasan paling bullshit banget yang pernah gw denger. Ntar bisa-bisa doi bilang kalo dia bakalan lebih jahat sama gw kalo itu alasannya.Hmm….Gimana nih asiknya?

Hai km yg lagi baca…yee malah plongak-plongok…Iya km tuw..Kalo km ngalami gitu gimana sikap km?
Komen disini ya ^_^….Sapa tau kita sama-sama dapat pencerahan baru..Hehe..Ayo kita bahas rame-rame😀

Efek Film Horor dan Gosip

Tren film di Indonesia sampai saat ini masih didominasi film horor. Liat aja ada film Suster Ngesot, terus Suster Keramas..Nggak cukup ngesot, susternya juga keramas! Bayangin susternya ngesot sambil nyari shampo kemana-mana. Udah ada tapi nggak nyampe ngambilnya lagi. Udah gitu ada juga film horror yang judulnya Tali Pocong Perawan..Mungkin nanti akan ada film yang judulnya Tali Pocong Udah Nggak Perawan alias Pocong Binal.
Gara-gara itu pula, acara gossip di tivi juga dibuat serem. Dulu pas pertama liat infotainment SILET di RCTI, seremnya setengah mati! Musiknya teng…neng…neng..Tegang banget! Trus tiba-tiba muncul kertas terbakar…dirobek-robek pake silet….Dan muncul cewek Feni Rose lagi duduk di sofa, pake baju hitam yang belahannya sampai bawah dada. Mulutnya diangkat, napas dibikin berat, suaranya mendesah-desah sambil ngomong…”Peuwmirsahhhh!!!!

(Hiiii,,siapa sih yg disilet??!!!!)

Anak-anak SD yang dikasih tugas sama gurunya ikut terpengaruh juga. Suatu hari ada anak bikin cerpen yang serem abis kayak gini…Judulnya: “Sekolah Hantu”

Dulu di sekolah ini ada seorang anak yang main ke gudang dan mati disana. (Walaupun nggak jelas, kenapa tuh anak main ke gudang terus tiba-tiba mati). Sekarang gudang itu dibongkar menjadi kamar mandi. (Kebayang kalo ada hantu gentayangan pasti bete..Ada pocong…terus tiba-tiba ada orang boker…Woy,,kena gw bego! Terus ada kuntilanak yg rambutnya panjang marah-marah..Woy,,kena rambut gw bego!)

Kring-kring… bunyi bel istirahat.

“Hai Clara..di sekolah kita ada hantunya lho!” kata Yuliana. “Ah..itu cuma bohong!” kata Clara. “Ya udah,,terserah kalo kamu nggak percaya!” kata Yuliana. Setelah itu, anak kelas dua dibenci sama anak kelas tiga. Tamat.

Ini efek dari film horor dan acara tivi kita. Itu juga kenapa cerpen isinya jadi aneh begitu…? Serem sama gosip jadi kecampur.

(dirangkum dari acara Stand Up Comedy-Raditya Dika)

Kotbah Pertamaku di LP Wirogunan

oleh: Oktavianus Jeffrey

Kotbah ini aku bawakan sewaktu pertama kali memimpin ibadat di LP Wirogunan pada bulan Juni 2011.

Selamat pagi,
Saudara/i yang terkasih. Shalom!

Disini saya punya sesuatu. Ditangan saya ada sebuah gelas kosong. Gelas ini diciptakan pasti karena ada alasan. Gelas diciptakan supaya bisa diisi dengan air, lalu kita bisa minum air dari gelas. Bukan hanya air, ada banyak macam hal yang bisa diisi ke dalam gelas ini. Saya ibaratkan hati kita seperti gelas ini. Kosongnya gelas seperti halnya kekosongan hati. Mungkin pada saat ini diantara kita ada yang sedang merasakan hal yang demikian. Bahwa hati saudara/i sedang kosong. Nah, sebenarnya hati kita itu diciptakan supaya bisa diisi seperti halnya gelas. Maka, kita harus selalu mengisi hati kita!
Loh saya sudah mengisi hati saya kok? Tapi apakah benar yang saya isi? Kalau kita tahu banyak dari kita yang mengisi hati dengan kegiatan sehari-hari seperti belajar, berteman, dengan hobi, atau mungkin pacaran…sambil ngisi gelas dengan air bening…Tapi ada juga diantara kita yang merasa kalau hati akan penuh atau terpuaskan bila diisi dengan barang-barang mewah, seperti handphone, laptop mungkin, uang banyak, motor baru.  Atau ada yang merasa hidupnya menjadi keren kalau melakukan seks bebas, pakai narkoba, pergaulan bebas. Tapi, saudara/i itu semua tidak menjamin hati kita akan penuh! Karena apa yang menjadi patokan kita didunia ini tidaklah sempurna.
Pertemanan bisa membuat kita sakit hati. Pacaran? Belum tentu dengan pacaran membuat kita bahagia, karna pacar kita manusia dan bisa menyakiti hati kita juga. Sehingga bila hati kita kotor seperti ini….sambil netesin betadine ke dalam gelas sampai berwarna keruh… Bagaimana kita bisa memberi yang terbaik? Jangankan memberi yang terbaik. Bahkan, karena hati kita penuh luka. Kita memberikan tidak yang terbaik dan mencelakakan orang lain.
Kita butuh hati kita diisi dengan kasih dari Yesus Kristus, kasih yang murni yang bisa menyelamatkan kita dan juga memberkati orang lain. Jadi, waktu kita lemas, letih, lesu….Masukan larutan Vit C (air keruh karena larutan betadine menjadi jernih kembali)….Aahhhhh,,kasih dari Yesus pasti menyelamatkan..Ketika teman kita hatinya sengsara, berikan dia kasih dari Yesus dan terbukti kasih dari Yesus mampu memberikan damai sejahtera di hati kita. Itu analogi atau perumpamaannya.
Sekarang coba kita periksa hati kita, apakah ada yang sedang mengalami kekosongan atau kehampaan? Selama ini mungkin merasa disakiti atau dilukai oleh teman-teman atau keluarga sehingga saudara/i merasa hidup menjadi tidak berarti. Nah, saya mengajak untuk mengisi hati anda dengan kasih dari Tuhan Yesus dan damai sejahtera akan tinggal didalam hati saudara untuk menemukan sukacita yang selama ini saudara/i cari.
Dalam Yohanes 14:27, Tuhan Yesus bersabda, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Sharing Kesaksian :
Aku bagikan kertas kecil dan pensil/pulpen ke setiap orang.

Kalau tadi kita umpamakan hati itu seperti gelas. Nah, sekarang dengan apa anda gambarkan kondisi hati anda saat ini.

Pak YT: Saya gambarkan hati saya seperti radio. Terus terang saja, radio adalah sahabat setia saya didalam penjara. Kapan pun saya butuh, radio selalu ada untuk memutarkan renungan-renungan dari siaran rohani dan lagu-lagu pengobat rindu hati saya dengan keluarga di kampung.

Pak MP: Kalau saya gambar Jam. Saya selalu menghitung waktu kapan saya akan bebas. Hati saya gelisah terus menerus, kapan saya bebas. Kadang saya ingin waktu berjalan cepat, supaya saya cepat bebas juga. Dan tak terasa sudah 2 tahun waktu berjalan di LP ini.

 

….bersambung….

Biar penasaran….hehe…Ada cerita kesaksian seru dari beberapa napi lho! Tunggu kelanjutannya..Pantau terus blog Kodok Virtual ini yaa…Makasi..Tuhan berkati ^_^

Referensi:

Onecubed TV (Setiap Sabtu ke 2 dan 4 di Global TV jam 14.00 WIB)

Buku Motivasi

Buku Pelajaran Fisika SMP

Injil Yohanes 14:27

 

Cukur Abis Gundul Pacul

Hoyy,,pada tau lagu ‘Gundul-gundul Pacul’ kan?

‘Gundul gundul pacul-cul, gembelengan.

Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan.

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…

Aku jadi inget lagi lagu ini gara-gara pas nonton talkshow di TVRI hari minggu malam. Disitu Slamet Raharjo sempat bilang kalo lagu Gundul-gundul Pacul punya filosofi yang dalam Lho. Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1600-an oleh Sunan Kalijaga.

Gundul: adalah kepala botak. Kepala kan jadi lambang kehormatan dan kemuliaan. Rambut adalah mahkota lambang keindahan. Nah, maka kalo gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Sedangkan pacul  ya cangkul, alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.
Disini pacul jadi lambangnya wong cilik yang identik dengan kaum petani.

Gundul pacul artinya seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul. A.k.a mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa bilang pacul singkatan dari papat kang ucul (empat yang lepas).

Artinya bahwa: kemuliaan seorang pemimpin akan sangat tergantung pada 4 hal, yaitu:

bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.

2.Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.

3. Hidung digunakan untuk mencium bau gelagat masalah di sekitar.

4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya: tingkah yang pongah, arogansi, besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

GUNDUL2x PACUL CUL artinya orang yang dikepalanya sudah kehilangan 4 indera tersebut yang mengakibatkan sikap berubah jadi GEMBELENGAN (= congkak).

NYUNGGI2x WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat) selalu sambil GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan) SEGANE DADI SAK LATAR (tumpah berantakan sia2, gak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat)…..

Kirain cuma lagu dolanan biasa, ternyata dalem banget ya artinya. Smoga bisa mengingatkan kita semua ^_^

Sang Juara

Usaplah keringat yang mengalir membasahi keningmu
angkatlah ke atas dagumu yang tertunduk layu
Jangan menyerah..Jangan mengalah
Bangunkan, bangkitkan Semangat Juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan ini puncak segalanya
Berbanggalah karena kau adalah..SANG JUARA!!

Kau luapkan energi terhebatmu
terangi bumi dengan peluh semangatmu
hadirkan buih keringat, basuhi raga
basahi kulit, basahi jiwa, lalu busungkan dada

Keringat adalah hasil…
jerih payahmu terbayar dengan semangat yang kau ambil
terbang tinggi menuju awan
dimana kau bisa lupakan semua lawan

Stiap langkah, stiap jiwa di tiap langkah
Mulai bercerita wakilkan smua mimpi2 yang tenggelam
siap menantang bumi
dan..KAU ADALAH PEMENANG!!

Reff:
Bangunkan, bangkitkan Semangat Juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan ini puncak segalanya
Berbanggalah karena kau adalah..SANG JUARA!!

Buat apa menangis, jika masih ada senyum
Buat apa kau mundur, kawan.. jika hidup berjalan maju
Bila kau terjatuh, sgera bangkit dan bangun
Pusatkan fikiran dan tetap melaju
F ke O dan K ke U..S
FOKUS, konstan! Tetap lihat ke depan kawan
genggam erat pegangan, lihatlah titik tuju
raih pusat sasaran, jadilah nomer satu

Bangunkan, bangkitkan Semangat Juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan ini puncak segalanya

Jangan menyerah..Jangan mengalah
Berbanggalah karena kau adalah..SANG JUARA!!

 

by: Bondan feat. Fade 2  Black

The Soundtrack of My Past

I believe that we all have our own soundtrack of our life. Maybe, it can be as the same one to another. It could be different from time to time. This is one song that best describe my situation sometime ago. The title is “Welcome To My Life” (by: Simple Plan)

Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place,
Like somehow you just don’t belong
And no one understands you?
Do you ever wanna run away?
Do you lock yourself in your room
With the radio on turned up so loud
That no one hears you’re screaming?

Somehow in the past, I really did as the lyrics written. This song described exactly the same about my experience three years ago.

No, you don’t know what it’s like
When nothing feels all right
You don’t know what it’s like
To be like me

To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one’s there to save you
No, you don’t know what it’s like
Welcome to my life

I felt like lived in misery. So down but no one understand, neither I. It’s just happened. It’s still a mistery for me.

Do you wanna be somebody else?
Are you sick of feeling so left out?
Are you desperate to find something more
Before your life is over?
Are you stuck inside a world you hate?
Are you sick of everyone around?
With their big fake smiles and stupid lies
While deep inside you’re bleeding

People call this condition as crisis of identity. I am totally agree!There is a moment in every person’s life when they confuse. Trying hard to be someone else. Some just can’t accept who they really are.

No one ever lied straight to your face
And no one ever stabbed you in the back
You might think I’m happy but I’m not gonna be okay
Everybody always gave you what you wanted
You never had to work it was always there
You don’t know what it’s like, what it’s like

Being betrayed by someone who we care of is the most miserable thing in the world. If you don not want to feel it. Don’t do it to another! Next point is just be yourself. You have more strength inside than you know! Just let it burn!

Sukacita Natal di Penjara

Sukacita natal bergema di berbagai belahan dunia. Peristiwa lahirnya Sang Juru Selamat menghadirkan damai bagi seluruh umat manusia. Tak terkecuali bagi mereka yang ada di penjara. Sebanyak 38 umat Kristiani yang menjadi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas II Narkotika Pakem Sleman turut dalam perayaan ekaristi dan acara spesial natal di kapel lapas, Kamis, 29 Desember 2011 lalu,. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah umat Katolik Paroki Pakem, para frater suster, Kelompok Persekutuan Doa Karismatik Paroki Jetis dan mahasiswa/i Universitas Sanata Dharma.

Misa yang dipimpin oleh Romo Fransiskus Dedi Riberu, SSCC mengambil tema “Tuhan Mengerti, Tuhan Peduli”. Dalam kotbahnya, Romo Dedi berpesan agar damai natal yang kita terima dapat diwujudkan dalam hati, sikap, kata dan perbuatan kita. Seberat apapun cobaan yang kita alami, terimalah dengan syukur sebab itulah cara Tuhan mengasihi anak-anak yang dicintaiNya. Dalam setiap masalah yang kita hadapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bilamana kita melawan kehendakNya, maka hasilnya akan berujung pada kekecewaan. Tetapi, bila kita dapat menimba makna dibalik peristiwa yang kita alami dan mensyukurinya, maka Tuhan akan menunjukkan jalan menuju kebahagiaan.
Selesai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan spesial. Seluruh umat bergembira dengan lagu dan gerakan Chicken Dance. Ada pula games menarik dan doorprize.

Sejumlah warga binaan tampil menyanyikan lagu-lagu pop rohani. Dalam sesi kesaksian, Daniel yang mengalami natal kedua di lapas Pakem mengaku merasa bersyukur. Baginya penjara adalah sekolah yang mendidik kita agar memahami kesalahan dan belajar untuk memanfaatkan kebebasan kita dengan lebih bijaksana. Selain itu, pria yang selalu mengenakan kalung Rosario di lehernya tersebut meyakini bahwa inilah cara Tuhan menyayangi dirinya.
Senada dengan Daniel, seorang warga binaan asal Filipina, Mary Jane, pun berbahagia menyambut natal. Meski ia sedang menanti hukuman eksekusi mati karena tertangkap tangan membawa heroin di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta beberapa waktu yang silam. Wanita yang tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia tersebut nampak khusyuk mengikuti misa.
Warga binaan lain bernama Victor senang atas kehadiran saudara/i dari luar lapas yang berkenan merayakan natal bersama. “Sungguh suatu rahmat bagi kami atas kepedulian teman-teman dari luar lapas yang berkenan membuat acara natal ini hingga kami dapat merasakan suka cita natal.” kata Victor, yang merupakan umat Katolik dari Paroki Jetis.

Oktavianus Jefri Budiarto
Seksi Acara Natal Lapas Pakem

Maksimalkan Potensi Napi/Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

oleh: Oktavianus Jefri Budiarto

Sudah saatnya mengubah mindset kita tentang penjara. Hukuman penjara jangan lagi didefinisikan sebagai penyiksaan melainkan pembinaan plus karya bakti bagi negeri. Anggaplah hal ini sebagai ganti rugi terhadap kerugian yang diderita masyarakat akibat pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para narapidana. Saya meyakini para narapidana akan dengan senang hati menerima pemikiran ini. Pun, masyarakat akan mengalami manfaat yang besar. Oleh karena itu, saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah akan merumuskan legislasi yang dapat memaksimalkan potensi para narapidana dalam sistem pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.
Daripada hanya melamun dan merenungi nasib di dalam bui, lebih baik potensi yang ada dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menciptakan lembaran baru yang lebih baik. Cara ini saya pandang lebih manusiawi, karena pada dasarnya manusia akan merasa berharga bila dirinya mampu bekerja, tak terkecuali para narapidana. Diperlukan kebijakan yang dapat memfasilitasi proses pembinaan mereka.
Para narapidana masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan karena beragam latar belakang. Ada yang korupsi, perampokan, kasus perdata dan sejumlah kasus kriminal lainnya. Kebebasan hidup mereka dibatasi oleh jeruji besi. Namun, sebenarnya mereka menyimpan potensi yang sayang bila dibiarkan saja. Mereka adalah manusia yang dapat memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Banyak diantara para narapidana yang berpendidikan tinggi, ilmu yang mereka miliki tentu mempunyai nilai dan dapat diaplikasikan. Mereka hanya butuh saluran yang memungkinkan mereka untuk mencurahkan kemampuannya tersebut.
Masa hukuman pun menjadi lebih efektif dan produktif. Efektif karena berdampak pada pengembangan diri narapidana itu sendiri (bukan agar merasa tersiksa tetapi berguna), dimana ia dapat fokus pada suatu program kerja. Penyesalan atas suatu kesalahan yang berlarut-larut akan membuat diri makin terpuruk. Namun, bila penyesalan diarahkan pada aksi kebaikan yang nyata, penyesalan bisa menjadi perbaikan diri.
Selain itu, disebut produktif karena dari pekerjaan yang dilakukan dalam menghabiskan masa hukuman menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. Sebutlah, bila narapidana itu mempunyai keterampilan dalam bidang kerajinan, maka sediakan modal dan bahan baku yang memadai pastilah menjadi karya yang luar biasa. Lalu, hasil keuntungan diserahkan kepada panti asuhan dan yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan. Atau misalkan narapidana itu mempunyai wawasan dan pengetahuan mengenai bidang hukum dan politik, bisa diadakan semacam kursus, dimana mereka mengajar sesama napi lain atau bahkan masyarakat luas.
Lalu dimanakah efek jeranya? Saya rasa ketika kebebasan mereka dibatasi dan kehilangan waktu bersama keluarga sudah memberi efek psikologis yang cukup berat. Hukuman pun tidak baik bila diterapkan atas dasar balas dendam. Walau bagaimanapun nilai keadilan dan kemanusiaan harus dijunjung tinggi! Justru, dengan pembinaan dan unjuk karya para narapidana memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya dengan memberi manfaat melalui potensi yang mereka miliki.
Inilah impian yang ingin saya wujudnyatakan bilamana saya menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah. Saya tidak ingin terjadi diskriminasi dalam masyarakat. Saya juga menghimbau agar stereotype terhadap para eks-napi sebaiknya dihilangkan, karena malah kontraproduktif. Dengan legislasi yang memaksimalkan pemberdayaan potensi para narapidana, besar harapan saya akan terwujudnya masyarakat yang lebih baik. Let us think out of the box! Jangan malah membiarkan pikiran kita sendiri terpenjara. Buatlah suatu terobosan dalam membuat sebuah kebijakan.

LUDAH : LASKAR UNGGUL DAERAH, ADAKAN KOMPETISI UNTUK MEWUJUDKAN MANUSIA DAERAH YANG UNGGUL

oleh : Oktavianus Jefri Budiarto

Pada era globalisasi ini, bangsa yang tidak memiliki daya saing dan daya juang tinggi akan kalah tergerus dalam persaingan global. Diperlukan mentalitas yang bersemangat kompetitif dan terus mengadakan inovasi agar mampu menjadi kompetitor tangguh dihadapan bangsa lain. Hal ini dapat terwujud bila masyarakat menyadari keberadaan dirinya ditengah arus globalisasi. Kesadaran ini akan lahir dengan sendirinya bila tercipta atmosfer yang mendukung. Dalam konteks inilah, saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah akan mengadakan aneka kompetisi di daerah.
Tentu kompetisi yang diadakan sesuai dengan konteks masyarakat setempat. Misalnya, sebagai putera daerah saya membaca potensi agraria yang besar di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam hal ini, untuk memacu pertumbuhan baik kualitas dan kuantitas produksi tanaman pangan, saya akan menyelenggarakan Kompetisi Produk Pangan Unggulan, berhadiah uang insentif bagi para petani berprestasi yang menang dan beasiswa kuliah di bidang Teknologi Pertanian/Pertanian bagi putera/puteri dari keluarga pemenang tersebut.
Saya meyakini bahwa dari kegiatan ini, akan tumbuh daya kreasi dan inovasi dari para petani karena terdorong berkat adanya pengakuan dan apresiasi terhadap jerih payah mereka, dan sekaligus kaderisasi terhadap para generasi muda untuk mencintai bidang pertanian. Pun, harapannya dengan beasiswa itu, maka para pemuda mempunyai orientasi untuk mendedikasikan diri pada bidang pertanian. Sehingga kualitas sumber daya manusia pada pengembangan bidang agraria dapat meningkat. Apalagi kultur masyarakat Indonesia memang pada hakikatnya adalah agraris. Bila hal ini sukses pada tataran lokal, maka akan berimbas pada level nasional. Swasembada pangan pun bukan barang yang mahal bila hal ini mendapatkan fokus perhatian.
Keprihatinan zaman sekarang adalah keengganan generasi muda untuk menjadi petani. Profesi ini dipandang tidak bergengsi dan kurang menjanjikan. Padahal dengan ilmu pertanian yang mumpuni, pertanian bisa memiliki prospek besar. Banyak pula yang sudah menekuni profesi petani lalu beralih menjadi pedagang atau buruh pabrik. Kondisi ini cepat atau lambat menciptakan missing link bagi keberlangsungan pertanian di Indonesia.
Mereka perlu mendapatkan “injeksi” semangat agar termotivasi mengembangkan diri dalam bertani. Kompetisi Produk Pangan Unggulan mendorong munculnya semangat juang yang tinggi. Dengan iklim yang kompetitif, ibarat lomba lari, seseorang akan melihat lawan sekaligus dirinya sendiri. Bilamana lawan sudah mendahului, ada motivasi untuk selalu mengejar agar tak tertinggal. Pada saat yang sama, orang juga akan menengok ke dalam dirinya, apa yang bisa dilakukan untuk memacu kekuatan supaya dapat memberi yang terbaik dan memenangkan kompetisi untuk meraih kemenangan yang gemilang. Dimulai dari daerah, dengan semangat kompetisi semacam ini akan lahir barisan laskar unggul daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional akan serta merta terangkat.