LUDAH : LASKAR UNGGUL DAERAH, ADAKAN KOMPETISI UNTUK MEWUJUDKAN MANUSIA DAERAH YANG UNGGUL


oleh : Oktavianus Jefri Budiarto

Pada era globalisasi ini, bangsa yang tidak memiliki daya saing dan daya juang tinggi akan kalah tergerus dalam persaingan global. Diperlukan mentalitas yang bersemangat kompetitif dan terus mengadakan inovasi agar mampu menjadi kompetitor tangguh dihadapan bangsa lain. Hal ini dapat terwujud bila masyarakat menyadari keberadaan dirinya ditengah arus globalisasi. Kesadaran ini akan lahir dengan sendirinya bila tercipta atmosfer yang mendukung. Dalam konteks inilah, saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah akan mengadakan aneka kompetisi di daerah.
Tentu kompetisi yang diadakan sesuai dengan konteks masyarakat setempat. Misalnya, sebagai putera daerah saya membaca potensi agraria yang besar di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam hal ini, untuk memacu pertumbuhan baik kualitas dan kuantitas produksi tanaman pangan, saya akan menyelenggarakan Kompetisi Produk Pangan Unggulan, berhadiah uang insentif bagi para petani berprestasi yang menang dan beasiswa kuliah di bidang Teknologi Pertanian/Pertanian bagi putera/puteri dari keluarga pemenang tersebut.
Saya meyakini bahwa dari kegiatan ini, akan tumbuh daya kreasi dan inovasi dari para petani karena terdorong berkat adanya pengakuan dan apresiasi terhadap jerih payah mereka, dan sekaligus kaderisasi terhadap para generasi muda untuk mencintai bidang pertanian. Pun, harapannya dengan beasiswa itu, maka para pemuda mempunyai orientasi untuk mendedikasikan diri pada bidang pertanian. Sehingga kualitas sumber daya manusia pada pengembangan bidang agraria dapat meningkat. Apalagi kultur masyarakat Indonesia memang pada hakikatnya adalah agraris. Bila hal ini sukses pada tataran lokal, maka akan berimbas pada level nasional. Swasembada pangan pun bukan barang yang mahal bila hal ini mendapatkan fokus perhatian.
Keprihatinan zaman sekarang adalah keengganan generasi muda untuk menjadi petani. Profesi ini dipandang tidak bergengsi dan kurang menjanjikan. Padahal dengan ilmu pertanian yang mumpuni, pertanian bisa memiliki prospek besar. Banyak pula yang sudah menekuni profesi petani lalu beralih menjadi pedagang atau buruh pabrik. Kondisi ini cepat atau lambat menciptakan missing link bagi keberlangsungan pertanian di Indonesia.
Mereka perlu mendapatkan “injeksi” semangat agar termotivasi mengembangkan diri dalam bertani. Kompetisi Produk Pangan Unggulan mendorong munculnya semangat juang yang tinggi. Dengan iklim yang kompetitif, ibarat lomba lari, seseorang akan melihat lawan sekaligus dirinya sendiri. Bilamana lawan sudah mendahului, ada motivasi untuk selalu mengejar agar tak tertinggal. Pada saat yang sama, orang juga akan menengok ke dalam dirinya, apa yang bisa dilakukan untuk memacu kekuatan supaya dapat memberi yang terbaik dan memenangkan kompetisi untuk meraih kemenangan yang gemilang. Dimulai dari daerah, dengan semangat kompetisi semacam ini akan lahir barisan laskar unggul daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional akan serta merta terangkat.

About Jeffrey Tumbuh

Mengajar di SD Tumbuh Yogyakarta - Inclusive and Multicultural School

Posted on Desember 27, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Sungguh cita-cita yang mulia, maju terus kawan, kamu pasti Bisa!Selamatkan Bangsa Kita!

  2. Majulah Kawan Bangsa Indonesia Membutuhkan Pejuang Muda Sepertimu!

  3. segala sesuatu butuh perjuangan namun perlu disertai dengan pengorbanan. Kamu generasi yang punya pandangan yang luas, tidak hanya memandang, mengomentari namun perlu tindakannnya. Semoga berhasil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: