Maksimalkan Potensi Napi/Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI


oleh: Oktavianus Jefri Budiarto

Sudah saatnya mengubah mindset kita tentang penjara. Hukuman penjara jangan lagi didefinisikan sebagai penyiksaan melainkan pembinaan plus karya bakti bagi negeri. Anggaplah hal ini sebagai ganti rugi terhadap kerugian yang diderita masyarakat akibat pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para narapidana. Saya meyakini para narapidana akan dengan senang hati menerima pemikiran ini. Pun, masyarakat akan mengalami manfaat yang besar. Oleh karena itu, saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah akan merumuskan legislasi yang dapat memaksimalkan potensi para narapidana dalam sistem pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.
Daripada hanya melamun dan merenungi nasib di dalam bui, lebih baik potensi yang ada dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menciptakan lembaran baru yang lebih baik. Cara ini saya pandang lebih manusiawi, karena pada dasarnya manusia akan merasa berharga bila dirinya mampu bekerja, tak terkecuali para narapidana. Diperlukan kebijakan yang dapat memfasilitasi proses pembinaan mereka.
Para narapidana masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan karena beragam latar belakang. Ada yang korupsi, perampokan, kasus perdata dan sejumlah kasus kriminal lainnya. Kebebasan hidup mereka dibatasi oleh jeruji besi. Namun, sebenarnya mereka menyimpan potensi yang sayang bila dibiarkan saja. Mereka adalah manusia yang dapat memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Banyak diantara para narapidana yang berpendidikan tinggi, ilmu yang mereka miliki tentu mempunyai nilai dan dapat diaplikasikan. Mereka hanya butuh saluran yang memungkinkan mereka untuk mencurahkan kemampuannya tersebut.
Masa hukuman pun menjadi lebih efektif dan produktif. Efektif karena berdampak pada pengembangan diri narapidana itu sendiri (bukan agar merasa tersiksa tetapi berguna), dimana ia dapat fokus pada suatu program kerja. Penyesalan atas suatu kesalahan yang berlarut-larut akan membuat diri makin terpuruk. Namun, bila penyesalan diarahkan pada aksi kebaikan yang nyata, penyesalan bisa menjadi perbaikan diri.
Selain itu, disebut produktif karena dari pekerjaan yang dilakukan dalam menghabiskan masa hukuman menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. Sebutlah, bila narapidana itu mempunyai keterampilan dalam bidang kerajinan, maka sediakan modal dan bahan baku yang memadai pastilah menjadi karya yang luar biasa. Lalu, hasil keuntungan diserahkan kepada panti asuhan dan yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan. Atau misalkan narapidana itu mempunyai wawasan dan pengetahuan mengenai bidang hukum dan politik, bisa diadakan semacam kursus, dimana mereka mengajar sesama napi lain atau bahkan masyarakat luas.
Lalu dimanakah efek jeranya? Saya rasa ketika kebebasan mereka dibatasi dan kehilangan waktu bersama keluarga sudah memberi efek psikologis yang cukup berat. Hukuman pun tidak baik bila diterapkan atas dasar balas dendam. Walau bagaimanapun nilai keadilan dan kemanusiaan harus dijunjung tinggi! Justru, dengan pembinaan dan unjuk karya para narapidana memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya dengan memberi manfaat melalui potensi yang mereka miliki.
Inilah impian yang ingin saya wujudnyatakan bilamana saya menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah. Saya tidak ingin terjadi diskriminasi dalam masyarakat. Saya juga menghimbau agar stereotype terhadap para eks-napi sebaiknya dihilangkan, karena malah kontraproduktif. Dengan legislasi yang memaksimalkan pemberdayaan potensi para narapidana, besar harapan saya akan terwujudnya masyarakat yang lebih baik. Let us think out of the box! Jangan malah membiarkan pikiran kita sendiri terpenjara. Buatlah suatu terobosan dalam membuat sebuah kebijakan.

About Jeffrey Tumbuh

Mengajar di SD Tumbuh Yogyakarta - Inclusive and Multicultural School

Posted on Desember 28, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 63 Komentar.

  1. betul itu sop satuju….prlu kita rubah pola pikir kita, salah satunya juga masyarakat hrus bisa menerima merka (napi) jika suatu saat nti mreka kluar. merka butuh prhatian,dtrima sbgi bgian dri dri kita smua spya kslahan tdk d ulang kmbli.

  2. wah..setuju!, bener apa yang kak jef tulis diatas…jika kita tuangkan suatu pemikiran yang positif aja bisa mendatangkan sesuatu yang berguna pula..apalagi berkitan dengan memberdayagunakan bakat, keterampilan, ilmu, dll yang dimiliki oleh seseorang dan tak terkecuali para napi…karena kita di lahirkan tanpa membawa apa2 tetapi dibekali suatu talenta yang harus dikembangkan dan dibagikan kepada sesama kita sebagai wujus syukur karena kita telah memilliki sesuatu yang diberikan oleh Tuhan dari awal kita hidup hingga detik ini….

  3. Mohon komentar teman2 ya😀

  4. aq setuju itu
    q dgr dr org d daerah q, ktka ssorg tsgka d tgkp polisi dan untuk mendapatkan keterangannya, mrka dsiksa oleh pengintrogasi. telapak tangan d panasi korek api, kaki diinjak, dsb.
    itu hanyalah org biasa, tp coba kalo koruptor, apkh d siksa? jwbnnya tidak.
    knp hukum dan keadilan brbeda, sprtinya semua hanya main-main, smua hnya ign mncari untung.

    mgkn koment q gk nymbung dgn isi blog. hahahaha

  5. judulnya MENARIK sekaliiii……..containnya,,,,,,super.amat alias BEST,,EDUKATIF AND INSPIRATIIVE.yah..what u have said is TRUE indeed. I think you have got the point. I like it so much…..

  6. wah mantab pola pikir mu, intinya saya setuju dengan anda……

  7. sipppp… stuju,, untung sya bukn napi :p

  8. setuju bget sayk…
    sudah saatnya qta mmbuka hati smua orang spya tdk memandang sbelah mata mrka yg mnjadi korban/narapida.. krn mrka ssungguhnya sdng dlm proses perbbaikan diri mnjdi lebih baik bila qt mau memotivasi mrk:)

  9. perlu ditingkatkan.. namun perlu diliat juga, kepribadian orang itu beda-beda. mungkin aja ada beberapa orang yang hanya berdiam diri untuk menunggu waktu bebas dan malah tidak jadi jera. perlu pendampingan yang menyeluruh dan tegas untuk pembentukkan diri bagi para napi. thx

  10. Mantap jef,…
    Suatu tujuan yang mulia bisa mengangkat kembali rasa percaya diri mereka para napi.
    tidak memandang mereka dari tindakan mereka yang membawa mereka masuk ke bui.

    dgn memberikan pembinaan mdah2an mereka setidaknya dapat merasakan kehadiran TUhan lewat sesama selama dalam pembinaan (bui).
    lanjutkan.

  11. setuju…. napi juga manusia…😀 gud luck Jef…

  12. sepertinya pengalaman pernah masuk penjara neh🙂

  13. sip banget isinya bang, moga cepet jadi anggota Dewan Perwakilan Daerah..hahahaha

  14. Gw setuju brai… Klo d spore (tempat gw), ada yg namanya yellow ribbon project… Itu ngasih training buat prisoners gitu…

    Trus satu lg, buat reference, prison yg gw suka itu di philippines.. Mereka suka ngadain acara dance gitu di youtube… keren2 banget cuy… Pas mereka dance, mereka ditonton ama keluarga mereka… Itu yg gw rasa bikin mereka bahwa “masih ada keluarga yg menunggu mereka selepas keluar dt penjara nanti…”

    • Tengkyu brai (bahasa apa neh..hehe)
      Gw juga suka ngisi ibadat di Lapas nih…Gw ngrasa bersemangat jadi guru agama sejak itu..

      Kmarin gw juga ngadain natal brsama..Gw udah kirim ke majalah liputan gw..Kalo ga d iterima tar gw posting d blog gw aja..hahaa😀

      Mreka tu inspiratif banget sumpah..Gw menang lomba gara2 nulis ttg mreka dulu

    • trainingya kayak apa tu brai?

  15. yup, makanya cepet lulus dari kampus. Biar usaha jadi DPR tersalurkan juga. em, membaca kata penyesalan masa lalu. Terinspirasi bahwa masa lalu tidak dapat dirubah tapi bisa diperbaiki pada saat ini untuk masa depan yang lebih baik. Dimana ada usaha tulus, yakin hasilnya positif. (ganbatte ^o^)

  16. Heem, keren bang jef..
    Mmang sharusnya potensi mnusia apalg yg msh produktif wjib dkembmgkan.. Wlaupun dgn title sbg napi skalipun..

  17. cecilia resa ariana S

    i like this….I very agree with your opinion

  18. Thanks Eca…
    Nice to see your comment here🙂

  19. mungkin sebelumnya aq sudah berfikir bahwa kehidupan harus berubah. anak mudah harus memikirkan hal2 yg aneh di pemerintahan. walau aq bukan orang yg bisa politik, tp setidaknya perlu lihat mereka yg koruptor. dr pd buat suap kemana2 lbih baik disumbangkan ke orang2 yg kekurangan. katanya Indonesia negara subur, tp msh ada yg kekurangan gizi, miskin, tidak mampu bayar RS ato yg lain bs dilihat d TV deh. sorry komen q banyak ya…. ini aj yg terlintas d pikiran setelah baca blogmu.

  20. setuju!!!
    super sekali😀

  21. Meitrisya Aprodite

    wew keren bgt mas🙂
    bole jg tuh kalo yg dirangkul ga cm yg kristiani,, yaa biar semuanya kenal sm Yesus mas.
    ada videonya mas lg kunjungan gtu gg mas? bagi2 videonya donk mas biar bs liat scr jelas, kegiatan apa aja yg dilakuin..
    GBU

  22. Untuk itu sangat diperlukan orang yg berpikiran dan sanggup melakukan hal2 yg ‘out of the box’ seperti dirimu Jef.. Smangat.. Dari generasi2 muda seperti inilah yg akan membangun bangsa ini akan menjadi lebih baik. Kesempatan2 mesti diberikan pada narapidana u/ melakukan kegiatan dan pekerjaan yg baik dan layak bagi kehidupan dan keluarganya. Seharusnya pemerintah lebih memberikan perhatiaanya pada mrk. Toh salah satu alasannya mengapa mereka mempunyai tittle narapidana kan krn urusan ‘perut’ yang seharusnya menjadi tanggug jawab pemerintah memberikan kesejahteraan pada rakyatnya..

    Let’s think out of the box, chaiyooo..

  23. Saya setuju dengan alyc bhwa setiap napi mempunyai kepribadian yang berbeda. Tidak semuanya harus ‘all out’ dan melayani, karena beberapa dari mereka mungkin memilih untuk berdiam, atau bahkan tidak memilih apa-apa. Namun, memfasilitasi mereka dgn ketrampilan itu sudah baik untuk memotivasi mereka mengembangkan potensi diri. Dan, dengan pembinaan yang berkelanjutan, serta peningkatan sarana diharapkan dapat membantu napi memilih bekal untuk masa depannya. Sekian komentar saya. Semoga berguna.

  24. “hati2 dengan para napi dan mantan napi..” pola pikir seperti itulah yang memang melekat di dalam diri masyarakat qta..
    dengan adanya pola pikir kaya kamu nie jef (jangan ge’er ya..), na tugas qta2 lah yang harus meluruskan pola pikir yang udah kolot..

  25. ya, saya rasa justru lebih manusiawi jika para narpidana yang ada dalam jeruji besi bisa dikembangkan dengan berbagai kegiatan untuk mengaplikasikan potensi yang dimiliki narpidana ketimbang harus dengan menggunakan kekerasan di balik jeruji besi yang malah sebaliknya menimbulkan luka batin bagi para narpidana untuk meninggalkan perbuatan melanggar hukumnya selepas keluar dari penjara kelak……………….yang teringat disini bukanlah masa soeharto yang penuh dengan kekerasan terhadap tahanan politik yang ada namun alangkah lebih baiknya narapidana diarahkan oleh petugas LP dengan kegiatan2 positif, bersifat pada pengembangan diri dan spritiualitas agar kelak ketika keluar ataupun masih dalam jeruji besi pun para narapidana dapat memberikan kontribusi yang mampu membanggakan dan mengharumkan nama bangsa INdonesia, “Jeruji Besi BUkan Halangan UNtuk Tetap Berkarya dan Memberikan Perubahan Bagi Bangsa Ini”……………….

  26. Setuju, Kak! Narapidana juga manusia. Lagipula bila DPR dapat mendayagunakan mereka dengan memberikan jalan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif pasti Negara juga diuntungkan. Mereka pun pasti juga tidak akan kembali pada masa lalu mereka yang gelap lagi, mengingat sekarang mereka telah memiliki bekal untuk kehidupan mereka di masa depan. Bener banget tuh! Hukuman bertemakan “balas dendam” sama sekali tidak mendidik dan justru memperbesar kemungkinan mereka kembali berbuat salah. Balas dendam justru akan melahirkan dendam yang baru, kan?
    Salut deh! Karya tulis yang keren…😀

    NB: Boleh aku share?

  27. “Tuhan menciptakan semua baik adanya” Napi, Tukang Batu, Pedagang, PNS, dan lainnya adalah ciptaan Tuhan. Mencintai sesama manusia = mencintai Tuhan-mu.

  28. Siip mas. Setuju bgt.
    Potensi napi emang hrs dimaksimalkan. Daripada mreka cuma merenungi nasib dan menyesal..
    Waktu bertahun” pasti bisa menghasilkan karya” hebat..
    Keren mas..🙂

  29. Tanya dunkzzz………. Gimana dengan para mantan napi yg telah bebas? Dia dah diberi lapangan pekerjaan, dipinjami rumah, diberi alat transportasi, dan fasilitas2 lain tpi dalam kurun waktu tertentu mreka melepaskan semua itu dan kembali lagi pda kebiasaan2 buruknya?
    yah ini pengalaman q selama 3,5 tahun siey, n ampe sekarang lom dapet solusinya hohoho. Tiap kita bantu mereka tuh ujung2nya balik ke kebiasaan lama, tinggal masalah waktu ja-da yg 3 hari or seminggu or sebulan or setahun (paling lama setahun) bantuin cari solusi yawh

    • Hai🙂
      Makasi masukannya ya.

      Mau tanya dulu nih, pengalaman selama 3,5 tahun, maksudnya waktu mengamati para eks-napi itu ya?

      Kalo soal kembali ke kebiasaan buruk, q kurang tau, mungkin psikolog lebih paham.

      Tapi, aku salut km tetap membantu mereka. Mungkin kita hanya bisa sampai di tahap tertentu aja..Merekalah yg menjalani hidupnya. Dan memang ada karakter yg harus secara kontinyu diarahkan. Yah, memang sulit.

      Konteks tulisanku sebetulnya, penjara bukan sekedar tempat memindahkan para pelanggar hukum dari “alam bebas”. Tapi, apa yg terjadi setelah masuk penjara. Pembinaan pasti,,penyiksaan jelas tidak. Aku pingin ada poin plus, yaitu ada suatu program kerja yg mereka lakukan, semacam kerja yg berorientasi sosial. Meski dalam penjara, jangan sampai melumpuhkan potensi mereka. Justru, negara harus melihat bahwa ini adalah aset. Jumlah dan potensi mereka pastilah bisa dimanfaatkan.

  30. cita cleboard sweet

    Okey setuju….

    mrk perlu di bantu, ben ora di cap sbg masy yg di kucilkan….lo perlu di beri bimbingan keterampilan, pelatihan khusus biar ntar stlh keluar bsa bekerja…getow…he3

  31. bernardus purnawan

    hidup……….

  32. Secara umum setuju. Tapi ada benarnya tapi ada kurang benarnya.
    Benar: Alasan sdh dikemukakan penulis di atas
    Tidak Benar: Saat itu hanya sebagai wacana. Menjadi rahasia umum saat napi dibuat enak bahkan melalang buana keluar penjara lalu bisa masuk lagi tanpa beban..terutama mereka yang berduit. Hal di atas hanya berhenti pada teori saja

    • Halo bro,,
      makasi banget masukannya ya🙂

      Ada poin tentang give back dari napi untuk masyarakat, gimana pendapat u?
      Q rasa saran dari kamu sangat bermanfaat…
      Semoga dengan terus pengembangan dan masukan
      teori ini dapat semakin disempurnakan dan dapat diaplikasikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: