Sukacita Natal di Penjara


Sukacita natal bergema di berbagai belahan dunia. Peristiwa lahirnya Sang Juru Selamat menghadirkan damai bagi seluruh umat manusia. Tak terkecuali bagi mereka yang ada di penjara. Sebanyak 38 umat Kristiani yang menjadi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas II Narkotika Pakem Sleman turut dalam perayaan ekaristi dan acara spesial natal di kapel lapas, Kamis, 29 Desember 2011 lalu,. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah umat Katolik Paroki Pakem, para frater suster, Kelompok Persekutuan Doa Karismatik Paroki Jetis dan mahasiswa/i Universitas Sanata Dharma.

Misa yang dipimpin oleh Romo Fransiskus Dedi Riberu, SSCC mengambil tema “Tuhan Mengerti, Tuhan Peduli”. Dalam kotbahnya, Romo Dedi berpesan agar damai natal yang kita terima dapat diwujudkan dalam hati, sikap, kata dan perbuatan kita. Seberat apapun cobaan yang kita alami, terimalah dengan syukur sebab itulah cara Tuhan mengasihi anak-anak yang dicintaiNya. Dalam setiap masalah yang kita hadapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bilamana kita melawan kehendakNya, maka hasilnya akan berujung pada kekecewaan. Tetapi, bila kita dapat menimba makna dibalik peristiwa yang kita alami dan mensyukurinya, maka Tuhan akan menunjukkan jalan menuju kebahagiaan.
Selesai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan spesial. Seluruh umat bergembira dengan lagu dan gerakan Chicken Dance. Ada pula games menarik dan doorprize.

Sejumlah warga binaan tampil menyanyikan lagu-lagu pop rohani. Dalam sesi kesaksian, Daniel yang mengalami natal kedua di lapas Pakem mengaku merasa bersyukur. Baginya penjara adalah sekolah yang mendidik kita agar memahami kesalahan dan belajar untuk memanfaatkan kebebasan kita dengan lebih bijaksana. Selain itu, pria yang selalu mengenakan kalung Rosario di lehernya tersebut meyakini bahwa inilah cara Tuhan menyayangi dirinya.
Senada dengan Daniel, seorang warga binaan asal Filipina, Mary Jane, pun berbahagia menyambut natal. Meski ia sedang menanti hukuman eksekusi mati karena tertangkap tangan membawa heroin di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta beberapa waktu yang silam. Wanita yang tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia tersebut nampak khusyuk mengikuti misa.
Warga binaan lain bernama Victor senang atas kehadiran saudara/i dari luar lapas yang berkenan merayakan natal bersama. “Sungguh suatu rahmat bagi kami atas kepedulian teman-teman dari luar lapas yang berkenan membuat acara natal ini hingga kami dapat merasakan suka cita natal.” kata Victor, yang merupakan umat Katolik dari Paroki Jetis.

Oktavianus Jefri Budiarto
Seksi Acara Natal Lapas Pakem

About Jeffrey Tumbuh

Mengajar di SD Tumbuh Yogyakarta - Inclusive and Multicultural School

Posted on Januari 9, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: