Cukur Abis Gundul Pacul


Hoyy,,pada tau lagu ‘Gundul-gundul Pacul’ kan?

‘Gundul gundul pacul-cul, gembelengan.

Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan.

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…

Aku jadi inget lagi lagu ini gara-gara pas nonton talkshow di TVRI hari minggu malam. Disitu Slamet Raharjo sempat bilang kalo lagu Gundul-gundul Pacul punya filosofi yang dalam Lho. Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1600-an oleh Sunan Kalijaga.

Gundul: adalah kepala botak. Kepala kan jadi lambang kehormatan dan kemuliaan. Rambut adalah mahkota lambang keindahan. Nah, maka kalo gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Sedangkan pacul  ya cangkul, alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.
Disini pacul jadi lambangnya wong cilik yang identik dengan kaum petani.

Gundul pacul artinya seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul. A.k.a mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa bilang pacul singkatan dari papat kang ucul (empat yang lepas).

Artinya bahwa: kemuliaan seorang pemimpin akan sangat tergantung pada 4 hal, yaitu:

bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.

2.Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.

3. Hidung digunakan untuk mencium bau gelagat masalah di sekitar.

4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya: tingkah yang pongah, arogansi, besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

GUNDUL2x PACUL CUL artinya orang yang dikepalanya sudah kehilangan 4 indera tersebut yang mengakibatkan sikap berubah jadi GEMBELENGAN (= congkak).

NYUNGGI2x WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat) selalu sambil GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan) SEGANE DADI SAK LATAR (tumpah berantakan sia2, gak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat)…..

Kirain cuma lagu dolanan biasa, ternyata dalem banget ya artinya. Smoga bisa mengingatkan kita semua ^_^

About Jeffrey Tumbuh

Mengajar di SD Tumbuh Yogyakarta - Inclusive and Multicultural School

Posted on Januari 16, 2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: