Kotbah Pertamaku di LP Wirogunan


oleh: Oktavianus Jeffrey

Kotbah ini aku bawakan sewaktu pertama kali memimpin ibadat di LP Wirogunan pada bulan Juni 2011.

Selamat pagi,
Saudara/i yang terkasih. Shalom!

Disini saya punya sesuatu. Ditangan saya ada sebuah gelas kosong. Gelas ini diciptakan pasti karena ada alasan. Gelas diciptakan supaya bisa diisi dengan air, lalu kita bisa minum air dari gelas. Bukan hanya air, ada banyak macam hal yang bisa diisi ke dalam gelas ini. Saya ibaratkan hati kita seperti gelas ini. Kosongnya gelas seperti halnya kekosongan hati. Mungkin pada saat ini diantara kita ada yang sedang merasakan hal yang demikian. Bahwa hati saudara/i sedang kosong. Nah, sebenarnya hati kita itu diciptakan supaya bisa diisi seperti halnya gelas. Maka, kita harus selalu mengisi hati kita!
Loh saya sudah mengisi hati saya kok? Tapi apakah benar yang saya isi? Kalau kita tahu banyak dari kita yang mengisi hati dengan kegiatan sehari-hari seperti belajar, berteman, dengan hobi, atau mungkin pacaran…sambil ngisi gelas dengan air bening…Tapi ada juga diantara kita yang merasa kalau hati akan penuh atau terpuaskan bila diisi dengan barang-barang mewah, seperti handphone, laptop mungkin, uang banyak, motor baru.  Atau ada yang merasa hidupnya menjadi keren kalau melakukan seks bebas, pakai narkoba, pergaulan bebas. Tapi, saudara/i itu semua tidak menjamin hati kita akan penuh! Karena apa yang menjadi patokan kita didunia ini tidaklah sempurna.
Pertemanan bisa membuat kita sakit hati. Pacaran? Belum tentu dengan pacaran membuat kita bahagia, karna pacar kita manusia dan bisa menyakiti hati kita juga. Sehingga bila hati kita kotor seperti ini….sambil netesin betadine ke dalam gelas sampai berwarna keruh… Bagaimana kita bisa memberi yang terbaik? Jangankan memberi yang terbaik. Bahkan, karena hati kita penuh luka. Kita memberikan tidak yang terbaik dan mencelakakan orang lain.
Kita butuh hati kita diisi dengan kasih dari Yesus Kristus, kasih yang murni yang bisa menyelamatkan kita dan juga memberkati orang lain. Jadi, waktu kita lemas, letih, lesu….Masukan larutan Vit C (air keruh karena larutan betadine menjadi jernih kembali)….Aahhhhh,,kasih dari Yesus pasti menyelamatkan..Ketika teman kita hatinya sengsara, berikan dia kasih dari Yesus dan terbukti kasih dari Yesus mampu memberikan damai sejahtera di hati kita. Itu analogi atau perumpamaannya.
Sekarang coba kita periksa hati kita, apakah ada yang sedang mengalami kekosongan atau kehampaan? Selama ini mungkin merasa disakiti atau dilukai oleh teman-teman atau keluarga sehingga saudara/i merasa hidup menjadi tidak berarti. Nah, saya mengajak untuk mengisi hati anda dengan kasih dari Tuhan Yesus dan damai sejahtera akan tinggal didalam hati saudara untuk menemukan sukacita yang selama ini saudara/i cari.
Dalam Yohanes 14:27, Tuhan Yesus bersabda, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Sharing Kesaksian :
Aku bagikan kertas kecil dan pensil/pulpen ke setiap orang.

Kalau tadi kita umpamakan hati itu seperti gelas. Nah, sekarang dengan apa anda gambarkan kondisi hati anda saat ini.

Pak YT: Saya gambarkan hati saya seperti radio. Terus terang saja, radio adalah sahabat setia saya didalam penjara. Kapan pun saya butuh, radio selalu ada untuk memutarkan renungan-renungan dari siaran rohani dan lagu-lagu pengobat rindu hati saya dengan keluarga di kampung.

Pak MP: Kalau saya gambar Jam. Saya selalu menghitung waktu kapan saya akan bebas. Hati saya gelisah terus menerus, kapan saya bebas. Kadang saya ingin waktu berjalan cepat, supaya saya cepat bebas juga. Dan tak terasa sudah 2 tahun waktu berjalan di LP ini.

 

….bersambung….

Biar penasaran….hehe…Ada cerita kesaksian seru dari beberapa napi lho! Tunggu kelanjutannya..Pantau terus blog Kodok Virtual ini yaa…Makasi..Tuhan berkati ^_^

Referensi:

Onecubed TV (Setiap Sabtu ke 2 dan 4 di Global TV jam 14.00 WIB)

Buku Motivasi

Buku Pelajaran Fisika SMP

Injil Yohanes 14:27

 

About Jeffrey Tumbuh

Mengajar di SD Tumbuh Yogyakarta - Inclusive and Multicultural School

Posted on Januari 23, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. meitrisya aprodite

    yey,, bikin penasaran aja mas sama sharing – sharing hidup para napinya…
    salam buat para napi,, smangat terus menjalani hidup🙂
    Tuhan memberkati

  2. salut, jarang ada orang yang peduli sama napi. mereka lebih instan berfikir bahwa napi itu penjahat, kayak kata org setiap manusia pnya kesalahan,,, tapi mereka men-judge napi itu selalu penjahat. semangat terus mas, Jesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: